Kembali ke Daftar Isi

Episode 15: Pembersihan Total

Chapter 6: Refleksi Wajah yang Memudar

Lokasi: Ruang Rapat Utama & Void Kegelapan Waktu
Waktu: Tepat Setelah Penangkapan

Bambang Mahkota dan Haikal Mahkota akhirnya diseret keluar secara paksa dari ruang rapat dengan kedua tangan diborgol besi kencang di belakang punggung.

Wajah arogan mereka yang memucat kini ditutupi paksa dengan rompi tahanan kejaksaan berwarna oranye terang. Mereka diarak dengan sangat memalukan di koridor menara mereka sendiri, berjalan menunduk di hadapan ratusan kilatan lensa wartawan nasional.

Pembalasan dendam yang disusun reinkarnasi Arini dan Sekar telah selesai. Kemenangannya melawan keluarga monster Mahkota ini mutlak, taktis, sangat rapi, dan bersih dari sentuhan hukum atas dirinya sendiri.

Ketika ruang rapat raksasa itu akhirnya sunyi ditinggalkan aparat dan wartawan, Arini berjalan perlahan ke arah jendela kaca tebal di ujung ruangan. Ia menatap lekat-lekat pemandangan hamparan kota Jakarta dari lantai tertinggi Menara Mahkota.

Gedung ini, ratusan pabrik, pelabuhan, jaringan ritel, dan bank triliunan rupiah itu, sekarang secara absolut dan sah sepenuhnya berada di dalam genggamannya. Ia adalah Ratu yang sesungguhnya.

Namun, di puncak kejayaan finansialnya itu... perlahan-lahan, sebuah anomali terjadi di dalam otaknya.

Rasa pening yang jauh lebih dahsyat, ratusan kali lipat dari rasa sakit yang sebelum-sebelumnya, tiba-tiba menyerang dan membongkar paksa tengkorak kepalanya.

Pandangan Arini mendadak berbayang ganda, glitch dan kabur hebat. Seluruh ruangan mewah itu terasa bergetar dan berdengung dengan frekuensi (tinnitus) memekakkan telinga yang menyakitkan.

Ingatan masa lalunya sebagai Arini (yang hidup di tahun 2000) dan pengetahuannya sebagai agen korporasi Sekar (yang hidup di tahun 2026 dari masa depan) mulai berputar hebat. Kedua identitas dan jiwa itu saling menolak, bertabrakan satu sama lain layaknya badai pasir kosmik yang merobek paksa jangkar kesadarannya dari garis waktu ini.

Di dalam kepalanya, di balik suara dengung itu, suara beep nyaring dan repetitif dari alat monitor jantung rumah sakit di tahun 2026 mulai terdengar saling bersahutan memanggil jiwanya pulang.

Arini memegangi kepalanya yang terasa mau meledak. Tubuhnya limbung parah, lututnya tak kuat lagi menopang hingga ia jatuh berlutut di atas karpet tebal ruangan itu. Napasnya tersengal-sengal mencari oksigen yang seolah hilang dari ruangan.

Sebelum ia benar-benar jatuh dan pingsan ditelan paradoks waktu, hal terakhir yang ia lihat adalah pantulan wajahnya sendiri di kaca jendela gedung.

Wajah Arini (Sang Nona Mahkota) yang dingin, cantik, dan penuh kemenangan itu... perlahan-lahan memudar dan terkelupas layaknya layar televisi rusak. Bayangan itu berganti wujud menjadi wajah asli Sekar (sang fixer 2026), yang saat ini masih terbaring sekarat dan berlumuran darah segar akibat kecelakaan di lini masa aslinya.

Jarum jam di dinding berhenti berdetak.

Segalanya menggelap total, menelan seluruh eksistensi jiwa Arini ke dalam putaran spiral waktu yang kosong. Gelap. Hening.

[END OF EPISODE 15]