Kembali ke Daftar Isi

Episode 4: Kutukan Sang Pemenang

Chapter 6: Konfrontasi dengan Sang Raja

Lokasi: Ruang Kerja Rahasia H. Sulaiman, Istana Mahkota
Waktu: Juni 1997

Mencium pergerakan mencurigakan dari Garam Capital yang diam-diam bermanuver menjadi pemain kunci di pasar uang, H. Sulaiman mulai merasa terancam. Ia tidak suka ada serigala baru yang tidak ia kenali masuk ke wilayah berburunya.

Sang patriark akhirnya memanggil Bimo—wajah publik dari firma tersebut—secara pribadi ke ruang kerja rahasianya di Istana Mahkota. Sulaiman, yang duduk di kursi besarnya bak seorang mafia, menuntut untuk tahu siapa cukong rahasia di balik firma investasi agresif tersebut.

Bimo duduk tegak di kursi tamu, mencoba menutupi kegugupannya di hadapan konglomerat paling ditakuti di republik ini. "Saya sudah katakan, Tuan Sulaiman, investor utama kami adalah konsorsium independen..."

Pintu jati ruang kerja berderit terbuka, memotong ucapan Bimo.

Namun, bukan seorang menteri atau jenderal yang masuk. Arini melangkah masuk dengan santai. Ia masih mengenakan pakaian hitam-putih khas pelayan magang rumah itu, membawa nampan berisi secangkir teh panas pesanan H. Sulaiman.

Ia meletakkan cangkir porselen itu dengan pelan di atas meja sang patriark, lalu alih-alih keluar ruangan, Arini berbalik dan melangkah perlahan hingga ia berdiri tegak tepat di samping kursi Bimo.

"Pemilik sah dan pengendali utama Garam Capital ada tepat di depan Anda, Tuan Besar," ucap Arini dengan nada suara yang rendah, namun sekokoh karang. Tak ada lagi sebutan "ayah" dalam relasi tak kasatmata mereka.

H. Sulaiman tertegun hebat. Urat-urat di tangannya menonjol saat ia mencengkeram erat tongkat mahoninya. Matanya berpindah dari Bimo ke Arini, seolah baru saja disambar petir. Selama sembilan tahun, musuh terbesarnya tidur di bawah atapnya, di paviliun pelayan belakangnya.

Arini melanjutkan kalimatnya tanpa berkedip, menatap lurus ke dalam jiwa sang Singa Tua.

"Anak yang Anda kurung di paviliun belakang ini... sekarang memegang kendali atas likuiditas tunai yang akan menentukan hidup atau matinya kerajaaan finansial Anda, Grup Mahkota, dalam beberapa bulan ke depan."