Episode 3: Aliansi di Balik Bayangan
Chapter 6: Aliansi Mahasiswi di Kantin FHUI
Lokasi: Kantin Fakultas Hukum Universitas Indonesia
Waktu: Siang Hari
Kantin Fakultas Hukum UI bising oleh diskusi politik mahasiswa. Di salah satu meja panjang, Mita—mahasiswi hukum idealis berkacamata tebal, yang di masa depan akan menjadi jaksa andal berjuluk "Gunting Rumput"—sedang memimpin rapat. Ia berapi-api menyiapkan demonstrasi untuk menentang pembungkaman aktivis buruh tani sawit di Sumatra oleh sebuah korporasi raksasa.
Di mata para mahasiswa saat itu, Mita adalah lambang keadilan vokal yang mustahil disuap.
Arini, yang membawa nampan es teh manis, sengaja memilih duduk di meja kosong yang berdekatan dengan kelompok Mita. Ia membuka sebuah map cokelat tebal, membaca isinya sekilas, lalu beranjak berdiri.
Tanpa banyak bicara, Arini dengan santai meletakkan map cokelat itu di atas tumpukan diktat hukum milik Mita, lalu melangkah pergi meninggalkan kantin tanpa menoleh ke belakang.
Mita menghentikan pidatonya. Ia mengernyitkan dahi, menatap punggung Arini yang menjauh, lalu membuka map tersebut karena penasaran.
Napas Mita tertahan. Matanya membelalak lebar. Di dalam map itu terdapat salinan fotokopi dokumen manifes pengapalan ilegal, bukti perampasan lahan buruh tani, dan laporan pajak ganda yang secara spesifik mengarah pada perusahaan cangkang milik faksi Bambang Mahkota. Bukti yang cukup untuk memenjarakan Bambang belasan tahun.
Dari kejauhan, dari balik pilar koridor kantin, Arini tersenyum puas mengawasi reaksi Mita.
Arini sedang menanam benih masa depan. Ia sedang mempersiapkan sang "Gunting Rumput", menempanya menjadi aparat penegak hukum yang tajam, yang kelak akan mengeksekusi dinasti Mahkota tepat pada saat momentum krisis finansial tiba.