Kembali ke Daftar Isi

Episode 2: Arsitek di Balik Dapur

Chapter 5: Menyelamatkan dari Likuidasi Dini

Lokasi: Meja Kerja H. Sulaiman
Waktu: Subuh, November 1987

Sebagai fixer dari masa depan, Arini mengingat dengan jelas pelajaran sejarah ekonomi kelam Indonesia. Pada akhir tahun 1987, pemerintah sempat melakukan kebijakan darurat moneter yang disebut "Gebukan Sumarlin I". Kebijakan ini menyedot likuiditas dari pasar secara mendadak, membuat perbankan kering kerontang dan banyak pengusaha mati lemas karena kekurangan uang tunai.

Arini juga tahu bahwa secara historis, Grup Mahkota hampir kolaps dan harus berutang besar-besaran di tahun itu karena sebagian besar kas mereka tertahan di proyek properti yang macet total.

Mengambil inisiatif, saat merapikan ruangan kerja H. Sulaiman di pagi buta, Arini menyelipkan sebuah memo rahasia beramplop merah ke dalam tas kerja sang Tuan Besar. Tidak ada nama pengirim, hanya sebuah pesan singkat berbunyi:

"Tarik semua deposito dari bank pemerintah sebelum akhir bulan ini. Amankan uang tunai dalam bentuk instrumen Dolar AS. Krisis likuiditas sedang diketok palu."

Awalnya, saat membaca memo itu, H. Sulaiman mengabaikannya sebagai kerjaan orang gila atau intelijen nyasar. Namun, naluri bisnisnya sebagai pelintas zaman membuatnya gelisah. Tanpa memberi tahu Bambang, H. Sulaiman diam-diam menginstruksikan direktur keuangannya untuk menarik separuh dana likuid mereka menjadi dolar, mengikuti saran memo tersebut.

Dua minggu kemudian, "Gebukan Sumarlin" benar-benar terjadi. Bunga call money antar-bank melonjak drastis, puluhan konglomerat pesaing tumbang karena gagal bayar.

Di sisi lain, Grup Mahkota tidak hanya selamat dari kebangkrutan, tetapi karena mereka memegang dolar di saat rupiah anjlok sementara, mereka mampu memborong aset-aset kompetitor (pabrik dan tanah) dengan harga yang sangat murah.

Malam itu, H. Sulaiman berdiri di depan jendela ruangannya, menatap bayangan dirinya sendiri. Ia tahu persis siapa satu-satunya orang di rumah ini yang memiliki akses ke tas kerjanya dan memiliki keberanian gila untuk memberikan instruksi finansial padanya. Anak perempuan berseragam pelayan itu.