Kembali ke Daftar Isi

Episode 1: Dosa di Balik Sembako

Chapter 4: Penggerebekan KPPU & Konspirasi Dana Hitam

Lokasi: Ruang Kerja Haikal Mahkota
Waktu: 16:30 WIB

Sekar masuk ke ruangan Haikal tanpa mengetuk. Jaksa Mita dan timnya sedang menggeledah dua lantai di bawah mereka, namun Haikal tampak lebih rileks sekarang, menyesap wiski dari gelas kristal.

"Server utama sudah bersih?" tanya Haikal tanpa menoleh.

"Sudah," jawab Sekar. Ia menimbang-nimbang sesaat, lalu memutuskan mengikuti protokol loyalitasnya. "Pak Haikal, saat memindahkan data, kami tidak sengaja melihat partisi offshore senilai 9 triliun rupiah. Folder itu rentan terendus karena tertaut dengan IP pelabuhan."

Tangan Haikal yang memegang gelas seketika membeku. Ia memutar kursinya, menatap Sekar dengan pandangan yang sulit diartikan. Bukan panik, melainkan tatapan menimbang-nimbang seorang predator.

"Kalian melihatnya?" tanya Haikal pelan.

"Hanya sepintas. Saya telah mengenkripsi ulangnya."

Haikal tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak mencapai matanya. "Bagus. Kerja bagus, Sekar. Karena kau sudah melihatnya, aku punya tugas krusial untukmu. Kau harus pergi ke pelabuhan malam ini juga. Amankan pengapalan terakhir secara langsung, lalu hancurkan hard disk cadangan di pos syahbandar."

"Pelabuhan? Biasanya tim lapangan yang..."

"Ini perintah langsung!" potong Haikal dengan nada final. "Lakukan, atau kita semua hancur malam ini."

Sekar mengangguk kaku, sebuah firasat buruk mulai bersarang di dasar perutnya.