Kembali ke Daftar Isi

Episode 1: Dosa di Balik Sembako

Chapter 3: Krisis Penimbunan Pangan

Lokasi: Ruang Kerja Haikal Mahkota, Menara Mahkota
Waktu: 14:15 WIB

Pintu ruang kerja Haikal terbuka. Sekar melangkah masuk dengan tenang, mengabaikan pecahan maket di lantai. Ia membawa sebuah map merah berisi dokumen mitigasi risiko.

"Pak Haikal," ucap Sekar datar. "Tim kami sudah menyiapkan skenario kambing hitam. Kita bisa melempar tanggung jawab penimbunan ini kepada tiga direktur regional di Sumatra. Dokumen pengalihan kewenangan sudah saya siapkan."

Haikal menoleh menatap Sekar. Alih-alih merasa lega, rasa frustrasi dan harga dirinya yang terluka membuatnya mencari pelampiasan. Ia melangkah cepat menghampiri Sekar, merampas map merah itu.

PLAK!

Haikal menampar wajah Sekar dengan tumpukan berkas tebal itu dengan sekuat tenaga. Bunyi tamparan bergema di ruangan. Sudut bibir Sekar seketika robek dan meneteskan darah segar, namun perempuan itu tidak bergeming atau memalingkan wajahnya. Matanya tetap menatap lurus ke depan, kosong namun mematikan.

"Kau pikir aku butuh skenario recehanmu ini?!" geram Haikal, menunjuk wajah Sekar. "Kau dibayar untuk memastikan masalah tidak pernah sampai ke lantai ini! Taruh semua kesalahan pada direktur boneka kita di daerah! Dan pastikan, pastikan tidak ada jejak uang yang mengarah ke rekening pribadiku!"

"Baik, Pak Haikal," jawab Sekar pelan, menyeka darah di bibirnya dengan ibu jari. Tanpa menunduk, ia membalikkan badan dan melangkah keluar dari ruangan, membiarkan Haikal kembali berteriak merutuki nasibnya.