Kembali ke Daftar Isi

Episode 1: Dosa di Balik Sembako

Chapter 1: Pelabuhan Internasional – Masa Kini

Lokasi: Area Kargo, Pelabuhan Peti Kemas Internasional Tanjung Priok
Waktu: 23:50 WIB, 2026

Seorang petugas syahbandar berwajah pucat, mengenakan rompi reflektif yang kebesaran, berjalan menghampiri Sekar di bawah rintik hujan. Tangannya sedikit gemetar saat ia memegang sebuah amplop cokelat tebal yang baru saja diterimanya dari asisten Sekar, Dika.

"Semua manifes pengapalan sudah diganti stempelnya menjadi suku cadang otomotif, Bu Sekar," lapor petugas itu, suaranya parau, nyaris tenggelam oleh deru mesin diesel di sekitarnya.

Ia melirik liar ke arah hamparan laut yang gelap, seolah takut ada kapal patroli kepolisian yang tiba-tiba merapat. "Tapi... apakah ini benar-benar aman dari radar Kejaksaan Agung? Kudengar Jaksa Mita sedang mengincar pelabuhan malam ini."

Sekar perlahan menoleh. Ia menatap petugas itu dari ujung kepala hingga ujung kaki, sebuah tatapan tajam yang sanggup menghentikan detak jantung orang awam. Ia menarik kerah jaketnya agar lebih rapat, menahan dinginnya angin malam.

"Bapak tahu mengapa perusahaan kami menggaji Anda lima puluh kali lipat lebih besar dari gaji bulanan kementerian?" suara Sekar terdengar datar dan berat.

"U-untuk kelancaran administrasi, Bu?" jawab petugas itu gugup, mencengkeram amplop di tangannya.

"Salah," Sekar melangkah mendekat, menginvasi ruang personal pria itu. "Kami membayar Anda mahal agar Anda membuang jauh-jauh rasa penasaran Anda. Tugas saya adalah mengatur kelancaran operasional perusahaan di negara ini agar Anda tidak perlu lagi repot-repot bertanya, apalagi menyebut nama 'Kejaksaan'."

Petugas itu menelan ludah paksa dan segera mengangguk cepat. "B-baik, Bu Sekar. Silakan, semua jalur clear. Kapal kargo siap memuat."

Sekar hanya mengangguk kecil, membiarkan pria itu bergegas pergi menjauh ke arah pos jaga. Ia kembali mengalihkan pandangannya ke lautan hitam yang tak bertepi, mengeluarkan sebatang rokok, dan menyalakannya perlahan. Sebuah insting di kepalanya memberitahunya bahwa malam ini tidak akan berakhir semudah biasanya.